Kalau platform sudah ditentukan, sekarang saatnya memastikan produk yang kamu unggah benar-benar mudah dipahami.
Cantumkan foto produk yang jelas, nama produk, harga, ukuran atau isi, pilihan varian, bahan kalau memang relevan, dan cara pemesanannya.
Jangan hanya menulis "Kue cokelat Rp20.000", tapi tambahkan informasi seperti ukuran, jumlah isi, bahan utama, pilihan rasa, dan cara memesannya supaya calon pembeli tidak perlu repot bertanya berulang kali sebelum memutuskan untuk membeli.
4. Tentukan Harga Jual Produk
Produk sudah ditampilkan dengan jelas, lalu bagaimana dengan harganya? Kamu bisa menentukan harga dengan menghitung biaya yang dikeluarkan untuk membuat atau mendapatkan produk, termasuk bahan dan kemasan.
Setelah itu, bandingkan dengan harga produk sejenis di pasaran supaya harga yang kamu tentukan tetap masuk akal, baik untuk usahamu maupun untuk kantong calon pelanggan.
5. Buat Konten Promosi yang Sesuai dengan Produk
Produk dan harga sudah siap, tetapi bagaimana orang bisa tahu kalau kamu tidak pernah menunjukkannya? Itu sebabnya, membuat konten promosi sangatlah penting. Berikut beberapa bentuk konten promosi yang bisa kamu coba:
- Foto atau video produk untuk menunjukkan tampilan, fitur, atau detail produk.
- Proses pembuatan produk untuk menunjukkan bagaimana produk dibuat dan memberi gambaran tentang kualitasnya.
- Aktivitas sehari-hari saat berjualan untuk membuat calon pelanggan lebih mengenal usaha dan cara kamu menjalankannya.
- Testimoni pelanggan untuk menunjukkan pengalaman orang yang sudah menggunakan atau membeli produk.
- Tips yang berkaitan dengan produk, misalnya cara pakai, cara merawat, atau trik memilih produk yang tepat untuk memberikan informasi bermanfaat sekaligus memperkenalkan produk secara lebih natural.
- Konten interaktif, seperti polling, tanya jawab, atau giveaway kecil supaya pelanggan bisa ikut merespon dan kamu jadi tahu apa yang mereka mau.
- Promo atau paket penjualan, seperti potongan harga atau paket hemat untuk membuat pelanggan lebih tertarik untuk membeli.
6. Kelola Pesanan dan Stok
Saat pesanan mulai masuk, kamu perlu memastikan semuanya tercatat dengan baik agar tidak ada pesanan yang terlewat atau produk yang tertukar. Stok juga perlu diperbarui setiap kali ada produk yang terjual supaya kamu tahu barang yang masih tersedia. Kamu bisa mengikuti tips berikut:
- Catat pesanan yang masuk. Tuliskan produk yang dipesan, jumlahnya, nama pelanggan, dan detail lain yang diperlukan. Kalau pesanan datang dari beberapa platform, usahakan semua dicatat di satu tempat agar lebih mudah dipantau.
- Cek stok produk. Pastikan produk yang dipesan masih tersedia. Setelah ada penjualan, segera kurangi jumlahnya dari catatan stok supaya kamu tidak menawarkan produk yang ternyata sudah habis.
- Konfirmasi pesanan. Sebelum menyiapkan barang, periksa kembali produk, jumlah, alamat, dan pilihan pengiriman. Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada pelanggan terlebih dahulu.
- Siapkan pesanan. Ambil produk sesuai pesanan, lalu kemas dengan baik agar aman selama dikirim. Periksa kembali isinya sebelum paket ditutup.
7. Berikan Pelayanan yang Baik kepada Pelanggan
Selain pesanan yang tertata rapi, pelanggan juga menilai usahamu dari cara kamu memperlakukan mereka.
Kalau ada yang bertanya soal harga, ukuran, stok, atau cara memesan, usahakan menjawab dengan ramah dan tidak berbelit. Jawaban yang mudah dipahami akan membantu mereka lebih cepat memutuskan produk mana yang sesuai dengan kebutuhannya.
8. Evaluasi Hasil Penjualan
Setelah semua strategi dijalankan, luangkan waktu untuk melihat hasilnya. Perhatikan produk yang paling sering dipesan, platform yang paling banyak mendatangkan pertanyaan atau pesanan, konten yang mendapat banyak respons, serta waktu penjualan yang biasanya paling ramai.
Dari hasil tersebut, kamu bisa mengetahui apa yang sudah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.