Secara garis besar, ada delapan keuntungan utama nasabah HSBC di Travel Fair ANA yang layak diperhatikan, yakni penggunaan HSBC Rewards Points, cashback hingga Rp16 juta, flash sale hingga Rp2 juta per tiket, cicilan 0 persen sampai enam bulan, Business Class upgrade dengan points, Buy 1 Get 2, Save & Fly, serta benefit khusus nasabah HSBC Premier.
Yang menarik, delapan keuntungan tersebut sebenarnya tidak bekerja dengan cara yang sama. Sebagiannya benar-benar dapat mengurangi nilai transaksi, sementara benefit lain lebih berfungsi untuk mengatur arus kas atau menambah value dari perjalanan.
Baca Juga: Jelang Keputusan MSCI, HSBC Ungkap Masalah Free Float Saham Indonesia
Baca Juga: HSBC Ungkap Sektor Pilihan di Bursa Indonesia Saat Suku Bunga Tinggi: Bukan Tambang
8 Keuntungan Nasabah HSBC di Travel Fair ANA
1. Pangkas Nilai Transaksi hingga 50 Persen dengan Rewards Points
Keuntungan pertama adalah penggunaan HSBC Rewards Points untuk mengurangi nilai transaksi hingga 50 persen sesuai ketentuan program. Bagi nasabah yang sudah mengumpulkan banyak poin, fasilitas ini dapat menjadi cara untuk mengurangi bagian pembayaran yang harus dikeluarkan menggunakan uang tunai.
Hal penting yang perlu dipahami, angka 50 persen tersebut bukan berarti seluruh tiket ANA otomatis mendapatkan diskon harga dasar sebesar 50 persen. Nilai transaksi dapat dikurangi menggunakan poin sesuai mekanisme dan syarat program yang berlaku.
Fransisca Arnan, Head of Marketing & Customer International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia, menjelaskan bahwa poin menjadi salah satu instrumen yang ditawarkan ketika konsumen semakin sensitif terhadap harga perjalanan.
“With fuel surcharge yang trennya naik, kami memberikan pilihan yang lebih ekonomis, seperti points, installment, buy one get two, sehingga customer merasa ‘I should get the best offer here,’” ujar Fransisca dalam acara Media Luncheon HSBC-ANA Travel Fair 2026 di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Sebagai ilustrasi, apabila tiket bernilai Rp8 juta dan transaksi memenuhi ketentuan penggunaan Rewards Points hingga 50 persen, maka maksimal Rp4 juta dari nilai transaksi tersebut dapat ditutup menggunakan poin. Sisa Rp4 juta menjadi pembayaran tunai.
Simulasi tersebut hanya menggambarkan batas matematis 50 persen. Jumlah Rewards Points yang dibutuhkan dan ketentuan redemption tidak disebutkan dalam materi, sehingga tidak boleh diasumsikan.
2. Cashback hingga Rp16 Juta
Keuntungan kedua adalah cashback dengan nilai hingga Rp16 juta. Benefit ini berbeda dari penggunaan Rewards Points karena cashback merupakan pengembalian dana sesuai mekanisme program, bukan pembayaran transaksi menggunakan poin.
Angka Rp16 juta juga perlu dibaca sebagai batas maksimal, bukan nominal yang otomatis diterima setiap nasabah. Besarnya cashback bergantung pada ketentuan dan transaksi yang memenuhi syarat.
Bagi konsumen yang memiliki rencana perjalanan dengan nilai transaksi cukup besar, cashback dapat menjadi salah satu komponen penting dalam menghitung total biaya perjalanan. Namun, pembaca tetap perlu melihat syarat program sebelum menganggap nominal maksimal tersebut sebagai penghematan yang pasti diperoleh.
3. Flash Sale Hemat hingga Rp2 Juta per Tiket
Benefit ketiga adalah flash sale dengan penghematan hingga Rp2 juta per tiket. Berbeda dari Rewards Points yang bergantung pada saldo poin, flash sale lebih menarik bagi konsumen yang memang mengejar harga khusus pada waktu tertentu.
Fransisca menjelaskan bahwa flash sale biasanya menjadi salah satu momen yang paling diminati pengunjung travel fair. Dalam keterangannya, flash sale dapat menawarkan penghematan hingga Rp2 juta per tiket dan biasanya berlangsung pada waktu tertentu selama event.
Karakter benefit ini membuat pembeli perlu lebih siap. Konsumen yang sudah mengetahui destinasi, jadwal perjalanan, dan kebutuhan tiket sebelum datang ke travel fair akan lebih mudah mengambil keputusan ketika penawaran tersedia.
4. Cicilan 0 Persen hingga 6 Bulan
Keuntungan keempat adalah fasilitas cicilan 0 persen hingga enam bulan untuk transaksi yang memenuhi ketentuan. Benefit ini perlu dibedakan dari diskon karena fungsi utamanya adalah membantu konsumen mengatur arus kas.
Sebagai ilustrasi, transaksi senilai Rp6 juta yang memenuhi syarat cicilan enam bulan secara sederhana akan terbagi menjadi sekitar Rp1 juta per bulan. Nilai tiket tetap Rp6 juta, tetapi pembayaran tidak harus dikeluarkan sekaligus.
Data HSBC juga menunjukkan bahwa cicilan memang digunakan oleh sebagian pelanggan travel, meski bukan mayoritas transaksi. Fransisca menyebut sekitar 15–25 persen total transaksi menggunakan fasilitas cicilan.
Artinya, sensitivitas harga konsumen tidak selalu diterjemahkan menjadi kebutuhan untuk mendapatkan potongan nominal. Sebagian nasabah justru membutuhkan fleksibilitas pembayaran agar perjalanan tidak terlalu membebani arus kas dalam satu periode.