Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 780 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan seluruh tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak pada 2026 di 45 desa di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Gelar Pasukan Operasi Mantab Praja Grindulu 2026 dan Simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo, Pacitan, Rabu.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan ratusan personel tersebut terdiri atas unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan perlindungan masyarakat (linmas).
“Sebanyak 780 petugas gabungan kami terjunkan menjaga pilkades ini,” kata dia.
Ia merinci personel tersebut terdiri atas 360 anggota Polri, 60 personel BKO Satbrimob Polda Jawa Timur, 90 personel TNI, 30 personel Satpol PP Pacitan, dan 250 anggota linmas.
Dia menjelaskan mereka akan ditempatkan ke beberapa lokasi untuk mengamankan seluruh tahapan pilkades di 45 desa dengan 50 tempat pemungutan suara (TPS).
“Personel akan ditempatkan untuk mengamankan tahapan pilkades di 45 desa dan 50 TPS,” ujarnya.
Gelar pasukan sekaligus untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana sebelum diterjunkan ke lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Pacitan juga menggelar simulasi sispam kota yang menggambarkan penanganan potensi gangguan keamanan saat tahapan pilkades.
Dalam simulasi tersebut, massa pendukung calon kepala desa digambarkan terlibat kericuhan dan bentrok dengan aparat di depan Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo.
Petugas gabungan kemudian melakukan pengendalian massa, termasuk melakukan penyemprotan air dari kendaraan pemadam kebakaran.
Ayub mengatakan pengamanan pilkades tidak hanya dilakukan pada hari pemungutan suara, tetapi seluruh rangkaian tahapan yang berlangsung di masing-masing desa.
“Gelar pasukan dilakukan untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana sebelum diterjunkan. Juga ada simulasi sispam kota,” katanya.
Ia menekankan pengamanan pilkades membutuhkan sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, Satpol PP, linmas, panitia pilkades, pemerintah desa, dan masyarakat.
Menurut dia, koordinasi antar-pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk mencegah potensi konflik berkembang menjadi gangguan keamanan selama tahapan pilkades.
Tahapan pilkades serentak di 45 desa di Kabupaten Pacitan telah berlangsung sejak 9 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai pada 14 Desember 2026.
Dengan kesiapan personel, sarana, dan koordinasi lintas unsur tersebut, seluruh tahapan pilkades di Kabupaten Pacitan diharapkan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.