Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

26 October 2026 10:52

Jakarta, CNBC Indonesia - Pantai Utara (Pantura) Jawa merupakan salah satu kawasan dengan nilai ekonomi terbesar di Indonesia, menjadi urat nadi yang menghubungkan pusat-pusat industri, perdagangan, pertanian, dan logistik nasional.

Membentang dari Banten hingga Jawa Timur, kawasan ini ditopang oleh kota-kota industri, pelabuhan utama, sentra manufaktur, serta lahan pertanian produktif yang memasok kebutuhan pangan nasional.

Aktivitas ekonomi di sepanjang Pantura berkontribusi besar terhadap pergerakan barang dan jasa, penyerapan tenaga kerja, hingga rantai pasok industri dan perdagangan domestik.

Dengan posisi strategis yang menghubungkan Jakarta dan kawasan industri Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur, Pantura bukan sekadar jalur transportasi, melainkan koridor ekonomi vital yang menentukan daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun, besarnya potensi tersebut juga menghadapi tantangan serius, mulai dari banjir rob, penurunan muka tanah, perubahan iklim, hingga ancaman terhadap infrastruktur dan kawasan permukiman yang menopang aktivitas ekonomi.

Untuk mengetahui besarannya, CNBC Indonesia menghitung nilai ekonomi 35 kabupaten dan kota yang masuk kawasan Pantura. Wilayah tersebut membentang dari Kabupaten Tangerang di Banten hingga Kabupaten Situbondo di Jawa Timur.

Penghitungan menggunakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku atau ADHB sepanjang 2025. PDRB ADHB menunjukkan nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu daerah berdasarkan harga pada tahun berjalan.

Nilai PDRB dari seluruh kabupaten dan kota tersebut kemudian dijumlahkan dan dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada periode yang sama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total PDRB ADHB 35 kabupaten dan kota tersebut mencapai Rp5.568.117,23 miliar atau sekitar Rp5.568,12 triliun pada 2025.

Sebagai perbandingan, PDB Indonesia atas dasar harga berlaku sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp23.821.100 miliar atau Rp23.821,1 triliun. Dengan demikian, gabungan nilai ekonomi 35 daerah tersebut setara dengan 23,37% dari ekonomi nasional.

Persentase tersebut memperlihatkan bahwa hampir seperempat kegiatan ekonomi Indonesia berada di kabupaten dan kota yang masuk dalam pantura. 

Kawasan Industri, Ekonomi Hingga Pelabuhan 

Kawasan Pantura Jawa memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional. Wilayah ini menampung sekitar 70 kawasan industri, lima kawasan ekonomi, serta sejumlah pelabuhan yang menjadi pusat logistik nasional.

Di bagian barat terdapat kawasan industri baja dan petrokimia di Cilegon serta sejumlah kawasan industri di Kabupaten Serang dan Tangerang. Cilegon juga menjadi lokasi Krakatau Industrial Estate.

Kegiatan industri berlanjut ke Kabupaten Bekasi dan Karawang.

Dua daerah tersebut merupakan pusat industri manufaktur dan otomotif, dengan kawasan seperti Jababeka, MM2100, East Jakarta Industrial Park, Karawang International Industrial City, dan Suryacipta.

Di Kabupaten Subang terdapat Pelabuhan Internasional Patimban dan kawasan industri Subang Smartpolitan. Patimban dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekspor sekaligus melayani kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan wilayah lain di Jawa Barat.

Kabupaten Indramayu juga memiliki kegiatan pengolahan minyak dan petrokimia di Balongan. Sementara itu, Kabupaten dan Kota Cirebon menjadi bagian dari Kawasan Rebana serta didukung oleh Pelabuhan Cirebon. Kawasan Rebana telah ditetapkan sebagai salah satu klaster industri dan metropolitan baru di Jawa Barat.

Bergeser ke Jawa Tengah, pusat kegiatan ekonomi terdapat di Batang, Kendal, Semarang, dan Demak. Batang memiliki KEK Industropolis Batang, sedangkan Kendal menjadi lokasi KEK Kendal. Kedua kawasan tersebut dikembangkan untuk menampung investasi industri manufaktur dan kegiatan ekspor.

Kota Semarang juga menjadi pusat perdagangan, industri, dan logistik yang didukung Pelabuhan Tanjung Emas. Pelabuhan tersebut melayani arus barang dari Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya.

Di Jawa Timur, kegiatan industri tersebar di Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo. Industri yang berkembang mencakup semen, petrokimia, makanan dan minuman, manufaktur, pengolahan logam, serta galangan kapal.

Gresik memiliki KEK Gresik atau Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan. Sementara Surabaya memiliki Pelabuhan Tanjung Perak yang menjadi salah satu pusat distribusi barang utama untuk wilayah Indonesia bagian timur.

Rangkaian kawasan industri dan pelabuhan tersebut membuat Pantura menjadi lokasi penting bagi kegiatan produksi dan distribusi dengan skala nasional. Gangguan akibat banjir rob, abrasi, atau kenaikan muka air laut di kawasan ini dapat memengaruhi pabrik, pergudangan, pelabuhan, jalan, serta pergerakan barang antardaerah.

CNCB INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)