167 mahasiswa ikuti seleksi MTQ UMS 2026, persiapan menuju ajang nasional 2027

Sabtu, 19 September 2026 12:35 WIB

Image Print

Peserta lomba Musabaqah Khaththil Quran (MKQ) Golongan Dekorasi dan Kontemporer saat menyiapkan karyanya. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar seleksi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat universitas tahun 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ tingkat nasional pada 2027 mendatang.

Sebanyak 167 mahasiswa mengikuti seleksi yang terbagi dalam 13 cabang musabaqah. Direktur Direktorat Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., menyampaikan meskipun pelaksanaan MTQ tingkat nasional masih akan berlangsung tahun depan, proses seleksi tingkat universitas dilaksanakan setiap tahunnya.

“Jadi ini ikhtiar kita untuk mencari yang terbaik dan berusaha untuk mendapatkan yang terbaik,” ungkapnya saat memberikan pengarahan kepada para peserta di Ruang Seminar Lt 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS Solo, Jawa Tengah, Sabtu.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., berpesan kepada para peserta agar memaknai keikutsertaan dalam MTQ bukan semata-mata sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah.

“Tapi saya yakin, niatkan terutama kepada para peserta, niatkan semuanya untuk ibadah, ya. Jadi proses MTQ itu bagian dari ibadah. Jadi kalau niatnya sudah benar, insyaallah Allah berikan petunjuk, disempurnakan petunjuk-Nya,” tuturnya.

Ihwan menegaskan UMS akan terus memfasilitasi berbagai kegiatan pengembangan talenta mahasiswa, tidak hanya pada tingkat nasional, tetapi juga hingga tingkat internasional.

Ia berharap dari 167 mahasiswa yang mengikuti seleksi tersebut, nantinya terdapat peserta yang mampu meraih prestasi dan membanggakan UMS, serta berkesempatan mewakili UMS pada ajang MTQ tingkat internasional.

Menurutnya, waktu persiapan sekitar satu tahun sebelum pelaksanaan MTQ nasional menjadi momentum penting untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, ia meminta DKPTI untuk melanjutkan proses pembinaan bagi mahasiswa yang terpilih setelah seleksi tingkat universitas.

“Persiapan sekitar satu tahun ini menjadi penting. Saya mohon kepada DKPTI agar setelah seleksi tingkat universitas berakhir, dilakukan pembinaan agar pada tingkat nasional bisa mendapatkan hasil terbaik,” kata dia.

Ihwan juga memandang dengan adanya cabang musabaqah pada ranah digital menunjukkan bahwa dakwah saat ini bisa dilakukan melalui berbagai upaya termasuk melalui ranah digital.

13 cabang musabaqah yang diikuti oleh 167 peserta adalah sebagai berikut:

1. Musabaqah Tilawatil Qur’an
2. Musabaqah Tartilil Qur’an
3. MKTI Golongan Dekorasi
4. MKTIK Golongan Kontemporer
5. MDAK (Desain Komputer Al-Qur’an)
6. MFQ (Fahmil Qur’an)
7. Musabaqah Hifzhil Qur’an 10 Juz
8. Musabaqah Hifzhil Qur’an 20 Juz
9. Musabaqah Hifzhil Qur’an 30 Juz
10. Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an
11. Musabaqah Syarhil Qur’an
12. Musabaqah Debat Ilmiah Kandungan Al-Qur’an Bahasa Arab
13. Musabaqah Debat Ilmiah Kandungan Al-Qur’an Bahasa Inggris

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.