Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing berhasil dievakuasi saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan tersebut.
Polres Wonosobo memastikan seluruh pendaki telah dievakuasi dan tidak ada yang tertinggal.
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan kepastian itu diperoleh setelah tim gabungan menerima laporan dari Basecamp Gajah Mungkur di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, pada Senin pukul 23.30 WIB. Seluruh pendaki yang turun kemudian dicocokkan dengan data registrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, dari total 152 pendaki, semuanya sudah turun. Setelah kami cocokkan dengan data registrasi, tidak ada yang terlewat. Seluruh pendaki dalam keadaan sehat dan tidak ada yang mengalami kecelakaan maupun luka-luka," katanya, Selasa (20/10).
Dalam proses evakuasi, Polres Wonosobo berkoordinasi dengan tim gabungan yang melibatkan Basarnas, BPBD, Puskesmas Kalikajar, pengelola basecamp, PMI, serta unsur terkait lainnya. Keselamatan pendaki menjadi prioritas utama dalam penanganan situasi tersebut.
Pilihan Redaksi
- Karhutla Masih Kepung 4 Gunung di Jawa Timur
- Status Gunung Sinabung Turun dari Level Siaga Jadi Waspada
- Gunung Anak Krakatau Siaga, Tiga Kali Erupsi Hari Ini
Ricky menjelaskan, salah satu langkah mitigasi yang dilakukan ialah menutup jalur pendakian Gunung Sumbing melalui sejumlah basecamp. Koordinasi juga dijalin dengan Polres Temanggung dan Polresta Magelang agar penutupan diterapkan di seluruh wilayah terkait, mengingat kawasan pendakian itu berada dalam wilayah hukum yang berbeda.
Tim gabungan turut mendirikan posko pusat kendali di Basecamp Gajah Mungkur. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi penanganan, pemantauan informasi, serta penerimaan pengaduan dari keluarga pendaki.
Untuk mendukung proses evakuasi, tim gabungan bersama BPBD menyiapkan langkah penanganan darurat. Sebanyak 40 personel ranger basecamp dikerahkan untuk menjemput para pendaki hingga Pos III.
Proses penjemputan membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Perjalanan dari Pos III menuju basecamp diperkirakan memakan waktu sekitar enam jam, sementara kondisi jalur yang licin menambah tantangan bagi petugas di lapangan.
Meski menghadapi sejumlah kendala, seluruh pendaki berhasil turun dengan selamat. Ricky kembali menegaskan bahwa keselamatan para pendaki menjadi fokus utama petugas selama penanganan karhutla berlangsung.
"Untuk saat ini, seluruh pendaki sudah aman. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan mereka terlebih dahulu. Berbagai langkah mitigasi dan koordinasi lintas wilayah telah kami lakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar," katanya.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Sumbing hingga kini masih belum padam. Ricky mengatakan penanganan kebakaran akan terus dikoordinasikan dengan instansi terkait, termasuk Polda, untuk memperoleh dukungan lebih lanjut.
(antara/isn)