Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 13 perwakilan DKI Jakarta siap membawa nama ibu kota dalam ajang Puteri Anak dan Remaja Indonesia Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung pada akhir Oktober. Kesiapan para finalis diumumkan melalui konferensi pers di Hotel Cordela, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026).

Menariknya, para finalis nggak hanya mempersiapkan penampilan untuk bersaing di panggung nasional. Mereka juga membawa berbagai program advokasi yang mengangkat isu penting bagi generasi muda, mulai dari kesehatan mental, pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, hingga pemberdayaan anak dan remaja.

Regional Director Puteri Anak dan Remaja DKI Jakarta, Sri Sintawati, menjelaskan bahwa seluruh perwakilan telah menjalani pembinaan intensif sejak terpilih pada Juni 2026. Persiapan ini mencakup kemampuan berbicara di depan publik, pembentukan karakter, tata krama, hingga teknik berjalan di atas panggung.

Persiapan Intensif dan Program Advokasi Jadi Bekal Finalis Jakarta

Puteri Anak dan Remaja Indonesia 2026

Perbesar

13 perwakilan DKI Jakarta di ajang Puteri Anak dan Remaja Indonesia 2026 (Dok. Pribadi)

Sri Sintawati mengungkapkan, para finalis telah menjalani berbagai pelatihan untuk mematangkan kemampuan sebelum menghadapi kompetisi nasional. Selain mempersiapkan penampilan, mereka juga dibekali keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri agar mampu menyampaikan gagasan secara efektif.

"Mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak mereka terpilih sebagai Puteri Anak Remaja Jakarta di bulan Juni. Mereka sudah persiapan pelatihan, coach public speaking, kemudian mereka juga untuk catwalk-nya," ujar Sri Sintawati di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Sri, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pembinaan adalah program advokasi yang dijalankan masing-masing finalis. Melalui program tersebut, mereka diharapkan bisa menunjukkan kepedulian terhadap persoalan di sekitar sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Mereka berbagi empati dengan masyarakat di sekitar mereka. Ada yang bergerak di bidang lingkungan, ada juga yang mengajak anak-anak dan remaja untuk bangga dengan diri sendiri, bisa bermanfaat, dan berkarya untuk teman-teman mereka," lanjutnya.

Salah satu gagasan yang dibawa ke tingkat nasional adalah Voices of Bhinneka milik Clairine Chastine Yumanta, Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2026. Program ini mengangkat semangat persatuan dalam keberagaman dan mengajak generasi muda untuk menghargai perbedaan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Di bidang pelestarian budaya, Christable Catherine, Puteri Remaja Indonesia Jakarta Pendidikan 2026, mengusung advokasi Batik Tanpa Batas. Ia ingin mendorong anak muda agar semakin bangga mengenakan batik dan ikut memperkenalkan warisan budaya Indonesia ke tingkat internasional. "Jika saya terpilih menjadi salah satu pemenang di Puteri Batik Remaja Indonesia, saya akan terus menjalankan advokasi saya, yaitu Batik Tanpa Batas. Saya ingin mengajak para generasi muda untuk bangga menggunakan batik dan membawa batik hingga ke internasional. Terima kasih," tuturnya. Semangat serupa ditunjukkan Ayesha Shanum Maira Shaheema, Puteri Anak Indonesia Jakarta Budaya 2026, melalui proyek My Batik, My Culture. Program ini berfokus pada pengenalan batik kepada generasi muda sekaligus mendukung perajin lokal agar karya mereka semakin dikenal.