Karena itu, penting mengetahui cara melindungi diri dari kabut asap karhutla agar paparan polusi dapat diminimalkan.

Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan saat kabut asap menyelimuti lingkungan sekitar.

Baca Juga: Cincinnati Terbuka: Coco Gauff dan Jessica Pegula Bentrok di Partai Puncak, All American Pertama Dalam Setengah Abad!


Tips Melindungi Diri dari Kabut Asap Karhutla

1. Batasi aktivitas di luar rumah

Saat kabut asap terlihat tebal atau kualitas udara sedang buruk, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan.

Hindari olahraga atau kegiatan fisik yang berat di luar karena tubuh akan menghirup lebih banyak udara dan otomatis lebih banyak partikel asap yang masuk ke paru-paru.

2. Gunakan masker yang dapat menyaring partikel

Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang dirancang untuk menyaring partikel kecil, seperti N95, KN95, atau KF94.

N95, misalnya, mampu menyaring sekitar 95 persen partikel udara jika digunakan dengan benar. Masker perlu digunakan terutama ketika kualitas udara sedang buruk.

Baca Juga: Iran Ancam Negara Tetangga yang Dukung AS, Siap Blokir Ekspor Minyak Selat Hormuz

3. Pastikan masker menutup wajah dengan rapat

Masker tidak akan memberikan perlindungan maksimal jika masih terdapat celah di sekitar hidung atau pipi.

Pastikan masker menempel dengan baik pada wajah sehingga udara yang masuk sebisa mungkin melewati bagian penyaring masker, bukan melalui celah di sampingnya.

4. Tutup pintu dan jendela saat asap pekat

Ketika kabut asap mulai masuk ke lingkungan tempat tinggal, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.

Cara ini juga dapat diterapkan di sekolah, kantor, maupun ruangan tertutup lainnya.

5. Pantau kondisi kualitas udara

Sebelum bepergian atau melakukan aktivitas di luar, periksa terlebih dahulu kualitas udara di wilayah tempat tinggal.

Jika kualitas udara menunjukkan tingkat polusi yang tinggi, sebaiknya tunda aktivitas di luar atau lakukan dengan perlindungan yang lebih baik.

6. Jaga agar udara di dalam ruangan tetap bersih

Jika memungkinkan, gunakan air purifier dengan filter yang dapat menangkap partikel udara.

Selain itu, hindari aktivitas yang dapat menambah polusi di dalam ruangan, seperti merokok atau membakar sesuatu.

7. Cukupi kebutuhan air putih

Tetap minum air putih dalam jumlah yang cukup selama kondisi kabut asap.

Asupan cairan membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung kondisi tubuh ketika menghadapi paparan asap.

8. Lindungi makanan dan minuman dari debu serta abu

Makanan dan minuman sebaiknya ditutup agar tidak terkena debu atau abu dari kabut asap.

Cuci bahan makanan, terutama buah dan sayuran, sebelum dikonsumsi. Pastikan makanan dimasak hingga matang.

9. Hindari rokok dan sumber asap lainnya

Ketika kualitas udara sudah buruk akibat karhutla, sebaiknya jangan menambah paparan asap dengan merokok.

Hindari pula berada di dekat sumber asap lain agar saluran pernapasan tidak semakin terbebani.

10. Perhatikan gejala yang muncul

Setelah terpapar kabut asap, perhatikan kondisi tubuh. Batuk terus-menerus, mata terasa sangat perih, sesak napas, sulit bernapas, atau nyeri dada merupakan beberapa keluhan yang perlu diwaspadai.


FAQ

1. Bagaimana cara melindungi diri dari kabut asap karhutla?

Cara melindungi diri dari kabut asap antara lain mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang mampu menyaring partikel kecil, menutup pintu dan jendela, serta memantau kualitas udara.

2. Masker apa yang cocok untuk menghadapi kabut asap?

Masker seperti N95, KN95, atau KF94 dapat membantu menyaring partikel kecil dari udara. Pastikan masker digunakan dengan benar dan menempel rapat pada wajah.

3. Apakah tetap boleh berolahraga saat kabut asap?

Sebaiknya hindari olahraga atau aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara buruk. Aktivitas tersebut dapat membuat seseorang menghirup udara lebih banyak sehingga paparan partikel asap ikut meningkat.

4. Apa yang harus dilakukan jika asap masuk ke dalam rumah?

Segera tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap. Jika memungkinkan, gunakan air purifier dengan filter yang dapat menangkap partikel udara dan hindari aktivitas yang menghasilkan asap di dalam rumah.

5. Apa saja gejala akibat paparan kabut asap yang perlu diwaspadai?

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain batuk terus-menerus, mata sangat perih, sesak napas, sulit bernapas, dan nyeri dada.

Jika mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau kondisi memburuk, segera cari pertolongan medis.


Kesimpulan

Melindungi diri dari kabut asap karhutla tidak cukup hanya dengan menggunakan masker.

Kurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker yang dapat menyaring partikel dan pastikan terpasang rapat, tutup pintu serta jendela ketika asap pekat, dan jaga kualitas udara di dalam rumah.

Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan, melindungi makanan dari debu dan abu, serta menghindari rokok maupun sumber asap lainnya.

Jika muncul gejala seperti sesak napas berat atau nyeri dada, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.