Jakarta (ANTARA) - Liburan menjadi salah satu cara untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas. Namun, perjalanan tanpa perencanaan keuangan yang matang dapat membuat pengeluaran membengkak dan mengganggu kondisi keuangan setelah pulang.
Karena itu, menentukan anggaran sejak sebelum berangkat penting dilakukan agar kebutuhan selama perjalanan tetap terpenuhi tanpa membuat pengeluaran melebihi kemampuan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan aktivitas perjalanan wisata domestik masih tinggi. Sepanjang 2025, publikasi Statistik Wisatawan Nusantara mencatat profil perjalanan, lama perjalanan, akomodasi, hingga rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara.
Lantas, bagaimana cara mengatur budget liburan agar tidak boncos?
1. Tentukan batas maksimal anggaran
Langkah pertama adalah menentukan jumlah uang yang memang disiapkan untuk liburan. Anggaran tersebut sebaiknya berasal dari dana yang tersedia setelah kebutuhan utama, tabungan, dan kewajiban rutin terpenuhi.
Jangan menentukan tujuan wisata terlebih dahulu lalu memaksakan kondisi keuangan mengikuti biaya perjalanan. Sebaliknya, tentukan kemampuan finansial, kemudian pilih destinasi yang sesuai.
Prinsip membuat anggaran juga sejalan dengan edukasi pengelolaan keuangan yang menekankan pentingnya menetapkan alokasi pengeluaran dan skala prioritas.
2. Pisahkan biaya sebelum dan selama perjalanan
Biaya liburan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni pengeluaran yang harus dibayar sebelum berangkat dan pengeluaran selama berada di destinasi.
Biaya sebelum keberangkatan dapat mencakup tiket transportasi, penginapan, serta tiket tempat wisata. Sementara itu, biaya selama perjalanan antara lain makanan, transportasi lokal, oleh-oleh, dan kebutuhan tidak terduga.
Pembagian tersebut membantu wisatawan mengetahui berapa dana yang masih tersedia ketika sudah berada di lokasi tujuan.
Baca juga: Jangan sampai terjadi! 8 kesalahan saat liburan yang sering bikin wisatawan rugi
3. Buat rincian biaya transportasi
Transportasi sering menjadi salah satu komponen terbesar dalam anggaran perjalanan, terutama jika destinasi berada jauh dari tempat tinggal.
Bandingkan beberapa pilihan transportasi sebelum membeli tiket. Perhitungkan bukan hanya harga tiket, tetapi juga biaya menuju dan dari terminal, stasiun, bandara, maupun pelabuhan.
Pilihan transportasi yang lebih murah belum tentu menghasilkan biaya total paling rendah jika membutuhkan banyak perpindahan atau tambahan biaya lainnya.
4. Pilih penginapan sesuai kebutuhan
Penginapan juga perlu disesuaikan dengan tujuan perjalanan. Jika sebagian besar waktu akan digunakan untuk beraktivitas di luar, wisatawan dapat mempertimbangkan akomodasi yang sederhana tetapi tetap aman dan nyaman.
Selain harga kamar, perhatikan biaya tambahan seperti sarapan, pajak, biaya layanan, parkir, serta transportasi dari penginapan menuju tempat wisata.
Dengan menghitung biaya secara keseluruhan, wisatawan dapat menghindari pilihan penginapan yang terlihat murah tetapi justru menimbulkan pengeluaran tambahan.
5. Tentukan anggaran makan harian
Pengeluaran makanan sering kali tidak terasa karena dilakukan berkali-kali selama perjalanan. Agar tidak membengkak, tentukan batas pengeluaran makan setiap hari.
Wisatawan juga dapat mencari tempat makan yang sesuai dengan anggaran tanpa harus mengurangi kebutuhan nutrisi. Jika ingin mencoba kuliner yang lebih mahal, biaya tersebut dapat dimasukkan sejak awal ke dalam pos hiburan atau kuliner.
Baca juga: 10 barang wajib dibawa saat liburan agar perjalanan nyaman dan praktis
6. Sisihkan dana darurat
Jangan menghabiskan seluruh uang yang dibawa untuk kebutuhan utama dan hiburan. Sisihkan sebagian dana sebagai cadangan apabila terjadi keadaan tidak terduga.
Dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan seperti perubahan jadwal perjalanan, biaya transportasi tambahan, kehilangan barang, atau kondisi lain yang membutuhkan pengeluaran mendadak.
Memiliki cadangan juga membuat wisatawan tidak perlu langsung menggunakan utang atau fasilitas kredit ketika menghadapi pengeluaran di luar rencana.
7. Batasi pengeluaran untuk oleh-oleh
Oleh-oleh merupakan salah satu pengeluaran yang mudah membuat anggaran bertambah. Sebelum berbelanja, tentukan jumlah dana khusus untuk oleh-oleh.
Buat daftar orang yang ingin diberikan oleh-oleh dan tentukan kisaran biaya untuk masing-masing. Cara tersebut dapat membantu menghindari pembelian barang secara impulsif.
8. Manfaatkan promo dengan tetap menghitung total biaya
Promo tiket, hotel, restoran, atau tempat wisata memang dapat membantu menekan pengeluaran. Namun, jangan menjadikan diskon sebagai alasan untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Periksa harga akhir setelah pajak, biaya layanan, bagasi, atau biaya tambahan lainnya. Dengan begitu, nominal yang dibandingkan benar-benar mencerminkan biaya yang harus dibayar.
9. Gunakan batas pengeluaran harian
Setelah seluruh biaya utama dihitung, bagi sisa anggaran berdasarkan jumlah hari perjalanan. Misalnya, jika tersedia Rp2 juta untuk kebutuhan selama empat hari setelah tiket dan penginapan dibayar, rata-rata batas pengeluaran dapat ditetapkan sekitar Rp500 ribu per hari.
Batas tersebut bukan berarti harus selalu dihabiskan. Jika pengeluaran hari pertama lebih rendah, sisa dana dapat menjadi tambahan untuk hari berikutnya atau tetap disimpan sebagai cadangan.
Baca juga: Perawatan kulit yang perlu dikemas untuk lindungi kulit saat liburan
10. Catat setiap pengeluaran
Mencatat pengeluaran selama perjalanan dapat membantu mengetahui apakah penggunaan uang masih sesuai rencana.
Pencatatan bisa dilakukan melalui aplikasi keuangan, catatan ponsel, atau metode sederhana lainnya. Yang terpenting, seluruh transaksi dicatat, termasuk pengeluaran kecil seperti parkir, minuman, camilan, dan biaya transportasi lokal.
BPS sendiri memasukkan berbagai aspek pengeluaran dalam statistik perjalanan wisatawan, menunjukkan bahwa biaya perjalanan tidak hanya berkaitan dengan tiket dan akomodasi, tetapi juga karakteristik perjalanan secara keseluruhan.
Jangan berutang demi liburan
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sumber dana yang digunakan. Liburan sebaiknya direncanakan menggunakan dana yang memang telah disiapkan, bukan dengan mengandalkan utang untuk membiayai seluruh perjalanan.
Pengelolaan keuangan yang sehat menekankan pentingnya menetapkan skala prioritas dan menghindari utang untuk membiayai keinginan yang tidak mendesak.
Tingginya aktivitas wisata menunjukkan bahwa perjalanan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Pada Desember 2025 saja, BPS mencatat 105,98 juta perjalanan wisatawan nusantara, meningkat 4,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Karena itu, liburan tetap dapat dilakukan tanpa harus membuat kondisi keuangan berantakan. Kuncinya adalah menentukan batas kemampuan sejak awal, merinci seluruh kebutuhan, menyediakan dana cadangan, serta disiplin mengikuti anggaran yang telah dibuat.
Dengan perencanaan tersebut, liburan bukan hanya menyenangkan selama perjalanan, tetapi juga tidak meninggalkan beban keuangan setelah kembali ke rumah.
Baca juga: Potret Kota Kuno Dali di Yunnan saat liburan musim panas
Baca juga: "Desa Batu" di China Utara pikat wisatawan saat liburan musim panas
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.