asiawebawards.com
  • 2026-08-08 12:26:07 +0000 UTC

    Aug 08, 2026

    10 Agustus 1932: Kisah Lego, Mainan Susun Ikonik Asal Denmark

    Liputan6.com, Kopenhagen - Perusahaan mainan Lego memulai perjalanannya pada 10 Agustus 1932. Perusahaan yang didirikan Ole Kirk Kristiansen tersebut berkembang dari produsen mainan kayu menjadi salah satu perusahaan mainan terbesar di dunia.

    Hingga kini, Lego masih dimiliki keluarga Kirk Kristiansen dan kepemilikannya telah diwariskan lintas generasi.

    Dikutip dari situs resmi Lego, Senin (10/8/2026), pada awal berdiri, Lego memproduksi dan menjual berbagai mainan berbahan kayu, seperti mobil-mobilan, pesawat, dan yoyo.

    Selain mainan, Ole Kirk Kristiansen juga memproduksi berbagai barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari tangga, papan setrika hingga penyangga pohon Natal.

    Membangun usaha tersebut bukan perkara mudah bagi Ole. Pada masa awal bisnisnya, ia menghadapi berbagai kesulitan hingga harus meminta bantuan kepada keluarganya.

    Bahkan, ketika Ole membutuhkan pinjaman untuk menjamin masa depan keluarganya, salah seorang anggota keluarganya justru menyarankan agar ia melakukan hal lain. Meski demikian, Ole akhirnya mampu melunasi pinjaman beserta bunganya pada 1939.

    Pada 1935, Ole memutuskan untuk lebih fokus mengembangkan bisnis mainannya. Salah satu langkah yang diambil adalah mengganti nama perusahaan.

    Ia kemudian mengadakan kompetisi untuk menentukan nama baru perusahaan. Namun, kompetisi tersebut justru dimenangkannya sendiri.

    Nama Lego berasal dari dua kata dalam bahasa Denmark, yakni “leg godt”, yang berarti “bermain dengan baik”. Nama tersebut mulai digunakan secara resmi pada Januari 1936.

    Nama Lego dipilih untuk mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kualitas sekaligus hak anak-anak untuk bermain dan bersenang-senang.

    Ole juga memiliki prinsip kuat dalam memproduksi mainan. Ia meyakini anak-anak berhak mendapatkan mainan berkualitas tinggi yang dibuat dari bahan terbaik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

    Keyakinan tersebut terlihat dari proses produksi mainan kayu Lego yang dilakukan secara teliti. Kayu beech yang digunakan terlebih dahulu dikeringkan secara alami selama dua tahun, kemudian dikeringkan kembali menggunakan oven selama tiga minggu.

    Setelah melalui proses pengeringan, kayu dipotong, diampelas, dipoles, kemudian dilapisi cat sebanyak tiga lapis seperti proses pengerjaan furnitur kayu.

    Kualitas menjadi salah satu prinsip utama yang terus dijaga Ole dalam menjalankan bisnisnya. Ia juga dikenal memiliki ketertarikan besar terhadap perkembangan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus membuat proses produksi lebih efisien.

    Ketertarikannya mencakup berbagai teknologi, alat dan mesin, bahan baru, hingga metode pengolahan yang dapat diterapkan dalam proses produksi Lego.

    Tonggak penting dalam sejarah perusahaan terjadi pada 1958 ketika Lego memperkenalkan batu bata plastik ikonik yang kemudian menjadi ciri khas produknya.

    Batu bata Lego menggunakan sistem penguncian dengan tabung pada bagian bawahnya. Sistem tersebut memungkinkan setiap keping Lego saling terhubung dan dapat digunakan untuk membangun berbagai bentuk.

    Konsep tersebut kemudian menjadi dasar dari permainan Lego yang mengandalkan kreativitas dan imajinasi. Dengan keping-keping yang dapat dirangkai dan dibongkar kembali, pengguna memiliki kebebasan untuk menciptakan berbagai macam bentuk tanpa batas.

    2026-08-08 12:26:07 +0000 UTC