1.084 hektare tanaman padi di Demak berpotensi puso
1.084 hektare tanaman padi di Demak berpotensi puso
Senin, 10 Agustus 2026 22:08 WIB
Lahan tanaman padi petani di Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Beberapa tanaman padi di Demak yang belum mulai panen terancam terdampak kekeringan dan berpotensi puso. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Demak (ANTARA) - Seluas 1.104 hektare (ha) tanaman padi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terdampak kekeringan dan sekitar 1.084 hektare di antaranya berpotensi puso karena tidak adanya suplai air irigasi secara memadai, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan.
"Jika bulan ini tidak ada hujan, maka 1.084 hektare tanaman padi tersebut terancam puso," kata Agus di Demak, Senin.
Ia mengungkapkan saat ini sudah memasuki musim tanam ketiga, namun ada wilayah yang baru bisa tanam padi untuk musim tanam pertama maupun kedua.
Meskipun sudah memasuki musim tanam kedua, kata dia, beberapa wilayah juga ada yang bisa tanam padi hingga tiga kali. Di antaranya, di Kecamatan Wonosalam, Guntur, dan Demak.
Menurut dia, sekitar seribuan hektare tanaman padi yang terdampak kekeringan tersebut, tersebar di enam kecamatan. Antara lain Kecamatan Bonang, Karangtengah, Wonosalam, Kebonagung, Guntur, dan Demak dengan luas bervariasi.
Terbanyak lahan tanaman padi terdampak di Kecamatan Bonang seluas 740 hektare yang tersebar di delapan desa. Sedangkan di Kecamatan Karangtengah yang tersebar di delapan desa luas lahannya hanya 256 hektare.
Untuk penyebab kekeringan, di antaranya karena kurangnya pasokan air karena debit air sungai menyusut, serta selain berkurangnya pasokan air irigasi juga karena masuknya air asin ke areal persawahan.
"Kalaupun lahan yang potensi puso tersebut benar-benar mengalami puso, maka kami akan mengajukan bantuan bibit tanaman padi ke Kementerian Pertanian," ujar dia.
Ia berdoa semoga dalam waktu dekat sudah ada hujan, karena target produksi gabah di Kabupaten Demak selama 2026 juga akan berpengaruh.
Karena tahun 2026, ditargetkan 699.263 ton gabah kering giling (GKG). Sedangkan tahun 2025 terealisasi 627.048 ton GKG atau 96,12 persen dari target.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.